Lingkungan

Terungkap! Tambang Emas Ilegal Sekotong Rusak Alam, TKA China Diduga Terlibat

news image description

turn-bottom-arrow   Foto

DILARANG : PNS dilarang berpolitik praktis, kecuali mau dapat akibat seperti dua PNS Lombok Barat. Keduanya dipecat karena mengkampanyekan salah satu Paslon di Pilkada 2024 lalu.( ist/cogito)

Lombok Barat– Tambang emas ilegal di perbukitan Sekotong, Lombok Barat, kian meresahkan. Aktivitas tambang liar ini bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga diduga melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Karena kompleksitas kasus, Polres Lombok Barat kini melibatkan Mabes Polri dan kementerian terkait dalam proses penyidikan.
“Kami tak bergerak sendiri. Sudah bersurat ke Polda, lalu ke Mabes, dan diteruskan ke kementerian,” tegas Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, Senin (30/6).
Hingga kini, penyidik belum mendapat jawaban dari Imigrasi Mataram terkait identitas para TKA China yang diduga ikut mengoperasikan tambang ilegal tersebut. Situasi ini membuat proses hukum terkesan mandek.
Meski begitu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi tambang di Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong. Di antaranya: alat berat, dua truk, tabung silinder, serta bahan kimia berbahaya. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi.
Selain memeriksa warga sekitar, penyidik juga memanggil saksi dari Dinas ESDM NTB.
Tambang ilegal ini bukan cuma soal tambang—ini soal kerusakan ekosistem, dugaan pelanggaran keimigrasian, dan potensi kejahatan terorganisir lintas negara.

 

Artikel Terkait
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
  Loading...
description
Populer
  Loading...
description
1
  Loading...
description
2
  Loading...
description
3
  Loading...
description
4
  Loading...
description
5
  Loading...
description
6
  Loading...
description
7
  Loading...
description
8
Flash News

All rights reserved. Terms & Conditions · Privacy Policy

© 2025 cogito.id